Daily Life Pelajar Absurd

TERBARU

Harapan Kecil si Introvert


Selalu ada perpisahan disetiap pertemuan. Begitu juga dengan waktu. Waktu akan terus berjalan, berputar detik demi detik, menit, hingga akhirnya berganti tahun. Terus bergulir tanpa seorangpun yang mampu menghentikannya. Aku tahu, Tuhan tidak akan mengembalikan waktu yang sudah berlalu. Yang tertinggal hanya kenangan, sekeping harapan-harapan manis dan impian yang tersembunyi dibaliknya.

Malam ini, 5 januari 2015. 5 hari yang lalu, perayaan tahun baru dirasakan oleh semua manusia di belahan bumi. Tetapi dengan waktu yang berbeda. Ada yang lebih cepat dan ada juga yang lambat, tapi sama-sama merayakan dengan penuh suka cita.
Aku mempunyai caraku sendiri merayakan malam tahun baru di akhir desember. Menyendiri. Mungkin bagi sebagian orang itu tidak ada suka citanya sama sekali. Tetapi bagi orang yang introvert, semua itu memiliki makna yang manis untuk dirasakan. Kenapa? Mungkin manusia introvert tahu cara membahagiakan dirinya sendiri tanpa harus melibatkan orang lain secara langsung. Dengan menulis cerita misalnya.

Tahun 2015 memiliki kenangan yang sulit dilupakan. Bagiku, moment di 2015 lebih berkesan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ada cerita manis yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Apa jadinya ketika seorang pribadi yang introvert berkenalan dengan pribadi yang sama di dunia maya? Anti mainstream! Tingkah laku yang hamir sama, pola pikir yang bertolak belakang namun saling menutupi kekurangan masing-masing. Hanya mampu menghabiskan 1 bulan perkenalan untuk mengetahui kepribadian masing-masing. Yang satunya melankolis, yang satunya lagi koleris.

Ketika harus berdebat dengan si melankolis, kadang aku harus berpikir keras bagaimana cara agar si melankolis itu bertekuk lutut dengan pendapatku. Egois memang, tapi begitulah manusia introvert.

Katika kakurangan kami muncul, kami berusah untuk menutupi kekurangan itu dengan joke-joke khas kami. Sebenarnya ketika kita berusaha mengetahui kepribadian manusia introvert, akan sangat sulit untuk menemukannya.  

Don’t judge a book by its cover..

Pepatah di atas pas banget untuk menggambarkan pribadi yang introvert. Memang sih kata orang, manusia introvert itu susah ditebak. Tetapi ketika kamu berhasil menaklukannya, maka dibaliknya akan ada sesuatu yang luar biasa dan jarang kamu dapatkan dari orang lain yang cenderung aktif di dunia nyata (ekstrovert).

Ok guys, kok malah ngomongin manusia introvert? Hehe, kebawa galau tahun baru nih kayaknya. Semua orang memiliki harapan dan keinginan yang besar di tahun baru. Ada semangat , harapan dan mimpi-mimpi yang belum tercapai.
Harapan gue tahun ini simple. Semoga gue tetap konsisten berkarya, menuangkan ide-ide absurd yang muter-muter di otak gue dan mengaplikasikannya dalam diary online (blog) pribadi gue.

Gue akan bangkit tahun ini. Karena akhir desember lalu banyak masalah yang sempet bikin drop dan matahin semangat gue buat nge-blog. Semoga ngga ada lagi masalah-masalah baru yang bikin gue semakin netthink buat bangkit. Semangat Aulia!!!

Oh iya, 19 hari lagi, umur gue nambah jadi 16 tahun. Udah tua aja nih, padahal baru kemarin brojolnya. Hmmm. Harapan gue untuk diri sendiri udah, sekarang buat dunia.
Harapan gue buat dunia ini, semoga manusia sadar dengan perbuatannya terhadap bumi dan isinya, perdamaian ada dimana-mana, dan kerukunan antar umat beragama. Ngga ada lagi korupsi, ngga ada kasus ‘papa minta saham’ lagi, dan yang terpenting semoga manusia ‘alay’ bisa lenyap dari muka bumi. Aamiin!!!!!

Happy new year 2016 guys!!


-----------------

No comments:

Post a Comment

Makasih udah buang-buang waktu baca tulisan absurd di blog ini. Jangan lupa tinggalkan jejak ya:)