Keluar dari "Lingkaran Hamster"



Memiliki hambatan-hambatan dalam diri membuat kita kesulitan untuk mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna bagi lingkungan sekitar. Sayangnya, hambatan-hambatan tersebut seringkali tidak disadari. Mungkin sering kita mengeluh mengapa seperti tidak ada kemajuan dalam hidup kita, padahal sudah banyak hal yang dilakukan untuk memperbaiki keadaan. Jika anda sudah merasa demikian, mungkin sebenarnya anda memiliki mental block, yaitu hambatan-hambatn yang ada dalam diri kita dan tidak kita sadari.

Thomas Alfa Edisson pernah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan ketika ia sekolah. Ia sering di-bully oleh teman-temannya karena ia bermasalah dengan pendengarannya. Gurunya bahkan pernah mengirimi ibunya surat yang menyatakan bahwa anaknya harus keluar dari sekolah tersebut karena dianggap sangat bodoh. Ibu Thomas, Mrs. Edisson , tidak mau mempercayainya dan bertekad kuat untuk mengajar anaknya sendiri melalui sistem “home schooling”. Ia menjadi guru untuk anaknya dan mengajarinya pengetahuan-pengetahuan yang dibutuhkannya. Bayangkan, jika Mrs. Edisson terjebak dalam mental block  yang meyakinkannya untuk mempercayai pendapat guru tersebut hanya karena sejak kecil ia diajari bahwa “guru selalu paling benar dan paling tahu”, barangkali sampai hari ini kita tidak pernah melihat lampu.

Jika saja seorang Bill Gates percaya ejekan teman-temannya yang mengatai bahwa ia bodoh, mungkin hingga saat ini banyak kantor-kantor yang masih mengandalkan mesin ketik untuk urusan pekerjaan. Bill Gates memang gagal menyelesaikan kuliahnya di Hardvard alias drop out. Nah, terbayangkan, apa kata orang jika melihat mahasiswa drop out? Komentar yang akan muncul tak jauh dari, “ah, dia memang malas dan bodoh!” atau “mana bisa dia jadi orang sukses?” ada alasan kuat mengapa orang-orang berpikir seperti itu.
Sejak kecil, kebanyakan dari kita memang diberitahu bahwa pendidikan formal di bangku kuliah adalah satu-satunya jalan menuju sukses dan bahwa seseorang bisa dikatakan sukses ketika ia mencapai gelar sarjana tertentu. Alasan logis dan masuk akal ini terkadang bisa menjadi mental block bagi beberapa orang jika ia tidak segera menyadarinya.

Mau tahu alasan Bill Gates drop out? Sebab, ia “keluar dari kotak!” ia memfokuskan diri dan menghabiskan waktu untuk menyusun bahasa komputer agar bisa dijadikan program dasar sistem operasi MS-DOS, cikal bakal Microsoft saat ini. Ketika teman-temannya masih berfokus pada kuliah untuk mengejar gelar sarjana, Bill Gates sudah menjadi miliader atas dedikasinya tersebut.

Keberhasilan seseorang dalam berbagai bidang seringkali diawali dengan keberhasilannya dalam mengatasi mental block yang membuatnya hanya berlari-lari di lingkaran yang sama terus-menerus. Analoginya adalah seperti seekor hamster yang berlari dalam rodanya. Ia berpikir ia sudah berlari demikian jauh tapi tak pernah jua sampai di tujuan. Begitu pula jika anda mengalami mental block. Anda akan berfikir, “kenapa sih usaha saya ngga maju-maju?” atau “kenapa sih saya ngga bisa kaya?” anda hanya terus menggerutu tanpa mau memahami apa yang sebenarnya mengahambat anda. Namun, begitu anda berani “keluar dari lingkaran hamster” dan berfikir out of the box, anda baru akan menyadari apa saja hambatan tersebut dan dengan mudah menemukan jalan keluarnya.
Kunci utama sebuah keberhasilan selalu terletak pada niat dan kemauan yang kuat, tidak peduli betapa terbatasnya keadaan anda saat ini. Begitu pula dengan kunci keberhasilan mengatasi mental block. Selama ada kemauan, pasti ada jalan, begitu bunyi pepatah. Namun, persoalannya sekarang adalah bagaimana anda mengetahui bahwa alam bawah sadar anda sedang dihambat oleh pemikiran-pemikiran yang berasal dari pegalaman atau pengamatan anda di masa lalu?

Mental block sendiri merupakan cara berfikir dan emosi yang terhalangi oleh pikiran yang kita ciptakan sendiri. Mental block muncul dari asumsi atau respon kita terhadap situasi yang kita alami. Sebagai contoh, dua ekor katak. Katak pertama diletakkan di dalam kotak untuk beberapa lama, sedangkan katak kedua dibiarkan bebas di alam. Ketika keduanya diadu untuk meloncat, maka bisa dipastikan bahwa katak kadua dapat meloncat jauh lebih tinggi daripada katak pertama. Ini disebabkan katak pertama “dipaksa” percaya bahwa ia tidak bisa melompat lebih tinggi dari kotak yang ia diami sebelumnya. Selama ia berada di dalam kotak, setiap kali meloncat tinggi, katak pertama akan selalu membentur tutup kotak dan merasa kesakitan. Karena sakit, ia pun menghindari banturan dengan mencoba meloncat lebih rendah. Akibatnya, ketika ia dikeluarkan dari kotak, ia tetap percaya bahwa diatasnya ada tutup dan ia tidak bisa melompat terlalu tinggi.

Sebenarnya mental block adalah sebuah mekanisme pertahanan yang dibuat oleh pikiran kita untuk melindungi alam bawah sadar dari peristiwa yang tidak menyenangkan, baik secara fisik maupun mental. Dampak dari mental block sendiri bisa positif dan bisa negatif. Mental block dapat dikatakan negatif jika membuat seseorang menjadi terhambat dalam mewujudkan impiannya. Misalnya, seorang anak yang tadinya tidak khawatir tidur dikamarnya sendiri kemudian menjadi sangat takut dengan gelap hanya karena ia “dibuat percaya” bahwa monster atau hantu lebih sering muncul dalam kegelapan. Mental block dapat dikatakan positif jika ia mebuat seseorang tidak mau melakukan sesuatu yang bisa mneghancurkan diri mereka sendiri, misalnya seseorang yang tidak mau lagi merokok karena memiliki trauma keluar masuk rumah sakit untuk menjalani pengobatan paru-paru yang biayanya begitu mahal dan membuat ekonomi leluarganya berantakan.

Mental block itu mirip zona nyaman yang membuat kita tidak ingin pindah ke lain hati, kecuali ada hal-hal yang memaksa kita untuk melakukannya. Jika kita mulai merasa ada yang salah dalam hidup kita, sebaiknya yang pertama kali kita lakukan adalah intropeksi, bukan menyalahkan diri kita atau keadaan. Dengan intropeksi yang jujur tersebut kita dapat menemukan “sumbatan-sumbatan” kesuksesan yang bersembunyi di alam bawah sadar kita, namun cukup mahir dalam memerintah otak dan tubuh kita agar menjauhi kesuksesan. Sumbatan-sumbatan bernama mental block ini merupakan hal-hal yang tidak sepenuhnya benar atau salah, akan tetapi sangat mempengaruhi cara berfikir kita akan sebuah keadaan yang sedang kita alami. Keputusan-keputusan dalam hidup kita sering sekali dipengaruhi oleh mental block. Semuanya tergantung bagaimana kita bisa membalik keadaan dan berusaha mendobrak mental block.

See u next post. Jangan lupa komentar ^^

-----------------