Untukmu Yang Tidak Lagi Berada Dalam Pelukan



Sang rembulan malam ini hadir dengan sangat memukau ..
Sinarnya cerah tak seperti malam yang lalu ..
Membuatku teringat akan banyaknya hal-hal berharga yang sempat terlupakan ..
Aku tersadarkan betapa berharganya waktu-waktu yang kulalui ..

Saat disana kau tersenyum, saat dimana kau tertawa, ketika kau marah, sampai tetes air matamu mulai mengucur, dan akhirnya, dengan mudahnya kau kembali tertawa lebar ..

Aku masih teringat akan semua ekspresi yang engkau tampakkan kala itu, eksistensi esensinya masih terekam jelas di memori alam bawah sadarku ..

Layaknya hantu yang datang di tiap-tiap malam yang kulalui ..

Malam ini, kepalaku terbentur pada pertanyaan "Kenapa rembulan datang dengan sinar yang sangat memukau? Mengapa dia datang berbeda malam ini? malam-malam sebelumnya, dia juga datang. Kenapa dia tidak secerah hari ini?".

Disaat yang sama, akupun mulai terpikirkan hal lain. "Kenapa kau berubah menjadi sosok lain? Dengan cover buku yang sama. namun, berisikan konten-konten yang berbeda? mungkinkah seseorang datang mengobrak-abrik dirimu, sehingga hanya aku yang tidak mengenalimu lagi?".

Aku tau dan sadar akan kapasitas diriku. Aku hanyalah orang jahat, brengsek, dan juga kurang ajar. Sifatku bukanlah orang yang akan selalu menjaga perasaan orang lain. Bagaimana tidak? Apapun yang kubenci, hal-hal yang kuanggap tidak sejalan dengan pemikiranku, akan kuucapkan dengan jelas tanpa berpikir terlebih dahulu. Meskipun orang-orang terdekatku selalu mengkritik mulutku yang penuh omong kosong dan kata-kata kasar, aku tetaplah aku, aku tak ingin berubah. Biarlah mereka menilaiku seperti adanya. Saat orang bisa menerima sifat, kelakuan, serta kondisi yang Tuhan berikan padaku, saat itulah aku bisa menilai dan tahu, apakah layak untukku menitipkan kepercayaan pada mereka. Aku tak ingin menjadi sosok yang munafik. Berkelakuan baik, namun berhati busuk.

Dan aku harap, Kau adalah salah satu dari mereka yang bisa menerimaku. Dimana aku bisa kembali menitipkan perasaanku padamu.


Written by : Nurul Al-Qadri

-----------------------------------------------------------------

Barusan liat pasangan yang berantem didepan umum. Gue kira cuman ada di sinetron. Kebetulan lagi gerimis. Gue duduk sambil bengong dan nulis ini.

Kepala gue terasa berat karena kebanyakan mikirin ide-ide yang harus dieksekusi jadi sebuah karya.

Btw, selamat malam readers. Gila, udah lebih dari sebulan gue nggak nulis di blog ini. Sibuk sekolah plus banyak tugas. Nah kemarin, ada temen yang nawarin tulisannya buat dipublish disini. Awalnya sih gue ragu tulisnnya bagus apa nggak, soalnya masih nubii. Cek by cek wuihh ternyata bagus juga. Gue yakin dia nulis ini sambil galau, makanya yang baca cepet baper. Yang nulis ini cowok ya, kalo ada yang mau lamar dia bisa komentar dibawah. *piss


See u next post readers^

2 komentar

sedih banget duuhh bacanya

Reply

terimakasih sudah mampir :)

Reply