Daily Life Pelajar Absurd

TERBARU

Dua Kata Tersulit

 
Move on adalah saat dimana hati lo dipaksa buat nerima kenyataan yang nggak sesuai espektasi di realita, artinya hayalan lo nggak kesampean. Yang tadinya mimpi pengen ke Siberia bareng, eh harus pupus karena ego masing-masing.

Tingakatan move on remaja Indonesia itu beda-beda. Ada yang rentan galau, mudah emosi, bahkan yang sampe depresi berat. Gue sih prihatin, kalian boleh sakit hati, tapi jangan menutup diri. Anggep aja masa lalu itu makanan yang keburu basi, nggak baik kalo dimakan lagi.

Buat yang baru diputusin, gue saranin nyari ketenangan. Stabilkan emosi yang lagi meluap-luap, apalagi tiap sendirian dengar lagu melow terus, kurang-kurangin deh. Carilah hidup yang tenang, jangan nengok ke belakang. Maksudnya yang lalu-lalu nggak usah dipikirin lagi.

Lu sih, nggak tau rasanya LDR. Digantung-gantung tanpa kepastian. Kepastian kapan talinya dibuka apa tetep diiket, malah dibiarin melayang gitu aja. Kalo menurut gue, LDR itu hubungan yang sifatnya metafisika. Goib. *yang LDR tolong jangan nimpuk bata*.

Buat para mblo *gue* yang lagi baca tulisan ini, ngga perlu ada jaminan kepastian kapan dapet temen deket. Kalo gue mah, jadi mblo enak, siapa aja bisa dikacungin, disuruh jajanin tanpa ada yang ngelarang. Terkesan rasis emang, tapi nggak usah mikirin apa kata orang, yang penting gue seneng sama hidup gue. Persetan sama mulut orang yang ngatain gue tiap hari, mungkin mereka lagi sirik posisi gue 2 langkah lebih maju dibanding dia.

Oh iya, gue prihatin sama orang yang mengakhiri hidup cuma karena diputusin. Hidup Cuma sekali eeq, don’t waste your life. Mungkin karena sedih yang tak berujung, makanya hidupnya di ujungin aja, diakhiri. Kalo punya hubungan, nggak usah terlalu serius apalagi umur masih secuil kuku, ntar juga ujung-ujungnya jomblo. Ini Cuma sekedar opini buat melestarikan spesies jomblo terhormat kek gue.

Sesuai UUD Move On no.24 yang dimuat dalam Bab Reladibohonginship, jomblo-jomblo itu dipelihara negara. Kecuali jomblo yang pura-pura nggak jomblo. Udah jomblo, pembohong pula. Ngenest. Indonesia punya kebebasan ber-relationship, jadi ini bisa dijadiin alasan orang-orang buat menyandang status jomblo. Karena jomblo adalah pilihan, hak seluruh rakyat.

Jomblo boleh-boleh aja ngungkapin perasaan mereka ke khalayak, tapi jangan sampe demo sambil ngerusuh. Apalagi bakar baju distro sambil minum baygon cair.

Saran gue saat kalian yang punya relationship *baca : reladibohonginship*, saat putus jangan nutup hati kalian. Putus bukan akhir dari segalanya. Bahkan ada yang gara-gara putus langsung termotivasi biar lebih baik, melambung jauh kedepan tanpa ngelirik yang dibelakang. Punya relationship itu relatif, jomblo itu alternatif. Bukan alternatif buat lari dari masalah ya, bedain.

Mending abis putus jauh-jauh dari yang namanya baygon, betadine, bodrex campur cola, dan tempat-tempat yang tinggi. Jangan minum pake gelas kaca, yang plastik aja. Hindari memutar musik favorit dengan mantan, apalagi baca buku sejarah.

Move On itu butuh proses. Kadang memerlukan proses yang singkat atau rumit. Hasil akhir dari proses Move On adalah gambaran seberapa dewasa kita menyikapi hidup. Untuk mendapatkan ending yang baik dalam proses Move On, kadang kita perlu berkorban. Berkorban sikap, waktu dan perasaan. Move on, adalah Dua kata tersulit bagi sebagian orang. Begitulah. So, dinikmati aja.

See u next post readers^

Wassalamualaikum.

------------------------------------------------------------

No comments:

Post a Comment

Makasih udah buang-buang waktu baca tulisan absurd di blog ini. Jangan lupa tinggalkan jejak ya:)