Daily Life Pelajar Absurd

TERBARU

Gravitasi 2016 by HIMAFI UNM


Gravitasi (Gebyar Civitas Fisika) 2016 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini adalah acara tahunan. Nggak eperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini lombanya digelar untuk pelajar se-pulau Sulawesi. Persepsi awal gue tentang lomba ini adalah yang ikut pasti siswa-siswa terbaik dari sekolahnya masing-masing. Apalah gue yang cuma sebutir pasir di padang rumput. Ga keliatan.

Dua minggu sebelum lomba udah ada pemberitahuan dari sekolah. Sekaligus calon yang bakal ikut nimbrung dalam lombanya. Sebelum memutuskan ikut lomba fisika, gue awalnya ditawarin ikut Lomba ASTRA (semacam lomba kimia yang diselenggaran HMK UNM), respon awal gue, nolak. Karena emang gue nggak like like banget sama kimia. Jadilah gue ikut di fisika.

Dari SMP sampe sekarang, entah kenapa tiap ikut lomba selalu dapet mapel fisika. Darisitulah kecintaan gue sama fisika muncul. Bahkan sempet terbesit di fikiran gue nantinya pengen jadi sarjana fisika.

Kalo kata orang, jago mapel fisika itu keren. Tiap gue nemu temen kalo ditanya tentang fisika, pasti alis kanan kirinya menyatu. Mengeryit persis seperti saat mereka lagi ngeluarin tokay. Iya, tokay.

Persiapan udah 80% kelar, termasuk materi dan alat-alat tempurnya di dua hari terakhir. Gue berdoa, semoga saat ujian ada siswa yang kesurupan, lalu saat itu gue akan nanya setan jenis apa yang masuk ke badannya. Kalo setannya pinter, gue bakal minta jawaban.

Oh iya, anak Sulawesi Selatan nggak asing lagi sama kampus yang arsitekturnya mirip seperti layar. Yap, gedung Phinisi UNM, yang kalo malem lampunya kerlap-kerlip 12 warna yang mewakili fakultas disana.

Gue masih inget awal tahun 2012 lalu di rumah sakit Ibnu Sina, gue berdiri tepat di depan jendela, kebetulan disitu lantai 4. Gue nggak berniat terjun, gue memerlukan udara segar setelah sejam gue masuk ruangan perawatan nenek gue saat itu. Pengap banget, bau obat-obatan. Gue memandang jauh kedepan sambil menghirup udara, mencoba menyelamatkan paru-paru yang cuma sepasang ini.

Mata gue menangkap sebuah gedung tinggi, bangunannya seperti habis diremuk, diputar, lalu dikembalikan seperti semula. Gue sebagai anak IPA (sekarang) jadi mikir gedung Phinisi UNM itu mirip seperti DNA, double helix.

Saat itu gue nanya ke ibu, “gedung yang disana itu keren ya, bu. Kek keputar gitu bentuknya.”, kata gue pelan. Ibu gue saat itu nggak menjawab sama sekali. Gue baru sadar, ibu lagi ke wc.

Dan akhirnya 7 November kemaren gue menginjakkan kaki disana, walaupun Cuma sampe lantai 3. Tepatnya di gedung Theater menara Phinisi. Ruangannya besar, cukup buat menampung ratusan orang didalamnya. Walaupun dari sebagian mereka ada yang berdiri. Gue duduk manis di baris kursi ketiga. Gue ngerasa beruntung banget disaat peserta lain yang duduk bagian atas musti condong kebawah buat ngeliat, ditambah jarak yang jauh untuk melihat secara ideal.

Bukan Cuma pelajar Makassar yang ikut lomba Gravitasi ini. Ada juga lawan gue dari Sulawesi Barat. Yang SMP ada juga yang dari ujung pulau Sulawesi, yap, Sulawesi Utara. Kalo nggak salah nama sekolahnya, SMPK Stella Maris Tomohon, dan salah satu pesertanya berhasil gue ajak kenalan. Hehe. Cuma sekedar pengen ngetes bahasa Manado yang gue punya, sempet punya temen juga soalnya, dan bahasanya ngerembet ke gue.

Ada kebanggaan tersendiri yang gue dapet dari lomba ini. Nggak semua pelajar bisa duduk jadi peserta disini. Mungkin dari sebagian mereka adalah yang terbaik di sekolahnya. Gue jadi bangga, mungkin gue juga termasuk dari mereka. ‘Mungkin’.

Dibawah adalah foto-foto ketika gue dan temen-temen berada di gedung Phinisi UNM.







Ini nih, gedungnya..



Kalian tau kan sekarang gue yang mana? Jangan komentar soal wajah ya. Gue emang biasa-biasa aja. See u next post^

----------------------------------------------------------------

No comments:

Post a Comment

Makasih udah buang-buang waktu baca tulisan absurd di blog ini. Jangan lupa tinggalkan jejak ya:)