Daily Life Pelajar Absurd

TERBARU

Life Is A Game



Bismillah ar-rahman ar-rahim.



Segala sesuatu yang baik awalilah dengan basmalah.

Yak, inilah tulisan pertama gua. Gua bukan penulis, tulisan ini mungkin agak berantakan, but it's original from true story. Sebuah tulisan lepas yang mungkin akan mengubah sejarah dunia. It's a real. Gak percaya? Baca sampai habis.

Oh ya, tak perlu berlama-lama intro. Disini gua akan membuka pikiran lu, sehingga lu sadar bahwa tulisan ini benar-benar tulisan yang bisa di acungi jempol kaki.

Gua gak pernah menyangka bisa berada di titik ini. Gua baru sadar, gua ini berada dalam sebuah 'game' berjudul 'kehidupan'. Tuhan adalah pencipta game ini, dan gua lah pemainnya. Tujuh belas tahun lebih gua menjadi player dan gua akhirnya menyadari bahwa gua udah berada di level medium. Why? Karena di level ini gua menjalani kehidupan yang agak keras dari sebelumnya. Salah satunya ialah menjadi seorang 'perantau'.

Yak, gua emang perantau, bukan perantau tki yang kek kebanyakan orang. Tapi gue merantau buat nyari ilmu di negeri orang. Nyari ilmu nyatanya gak mudah, tinggal di negeri orang juga gak gampang. Yang gua sesali adalah, gua terlambat sadar sehingga gua merasa gak bawa banyak bekal dari tempat tinggal sebelumnya buat nge-jalanin level medium ini.

And did you know? Musuh terberat yang gua hadapi di level ini adalah musuh besar yang bernama 'kemalasan' dan musuh itu.. Masya allah kuat banget. Gua sebenarnya tahu, senjata utama yang paling ampuh buat ngelawan itu adalah 'integritas' dan 'konsistensi' namun apa daya, gua kehilangan item yang paling berharga, yaitu 'support' dan 'motivasi' dari player lain atau bahasa kasarnya 'seseorang yang spesial' gitu.

I know, support emang gak harus dari seseorang yang spesial, support bisa datang dari siapa saja, bisa sahabat, bahkan dari orang tua kita sendiri. Gua bahkan berusaha bangkitin 'spirit' itu dengan kekuatan sendiri. Namun pada akhirnya, gua tetap jatuh dan merasa support dari 'the special someone' itu ternyata penting banget. Gua gak bisa berjalan sendiri, dunia ini terlalu luas bagi gua untuk jalani semua level yang ada.

Lepas dari itu, gua sangat bersyukur bisa berada di level ini. Betapa tidak, di level ini gua dapat banyak 'exp' alias experiences. Salah satu yang terbesar ialah 'ilmu'. Ilmu yang gua dapat sejak 2 tahun terakhir ini cukup banyak. Mulai dari ilmu akademis, ilmu bakat, wawasan, dan yang paling besar ialah ilmu kehidupan. 

Gua gak pernah menduga sebelumnya rencana tuhan. Rencana tuhan memang hebat. Salah satu pencapaian terbesar gua di tahun 2016 adalah lulus di perguruan tinggi favorit. Yah, universitas hasanuddin. And did you know? Gua baru tahu universitas itu waktu semester akhir di sma, ketika semua para 'bureng' sibuk-sibuknya ngejar nilai buat lolos di perguruan tinggi. Semua player pada saat itu nge-cheat. Halalin segala cara biar nilainya tinggi dan lulus di pt favorit. Dan apa yang terjadi? Gak lebih dari 20% angkatan gua di sma gak berhasil lolos di perguruan tinggi. Ini mengindikasikan bahwa, niat baik belum tentu bagus hasilnya jika caranya salah. And finally, pada waktu itu, gua juga ikut-ikutan sibuk dengan mereka. Gua pun bingun mau ngambil jurusan apa. Bakat gua apa. Gua pengen jadi apa. Jujur gua bukan orang yang visioner, yang punya tujuan dan cita-cita yang jelas di masa depan pada waktu itu.

Tiga minggu gua gunakan buat searching informasi tahu tentang jurusan apa yg akan gua jalanin, akhirnya gua tertuju pada satu impian, yang bener-bener gua impiin pada waktu itu ialah menjadi teknopreneur sukses seperti bill gates dengan microsoftnya ato mark zuckerberg dengan facebooknya. Akhirnya gua dapat jurusan yang tepat buat impian itu. Yah, teknik informatika atau jurusan ilmu komputer akhirnya gua pilih.

Di semester akhir itu juga gua baru sadar, bentar lagi gua akan bebas dari ikatan pemerintah. Apa itu? Yak, wajib belajar 12 tahun. Artinya bentar lagi gua akan bebas dari hari-hari penuh kekakuan. Bangun pagi selama 6 hari dalam seminggu, terus berangkat ke sekolah dengan mengenakan seragam, datang, duduk, belajar, makan di kantin, maen sama teman hingga akhirnya pulang ke rumah dan seterusnya selama 12 tahun ! Benar-benar siklus yang mainstream, namun ngangenin :'v

Selama ini mindset gua ternyata emang salah, entah dari lingkungan keluarga atau apalah, mind set gua waktu itu begitu sempit. Waktu sd ditanya buat apa sekolah? Buat pintar katanya, terus di smp ditanya buat apa sekolah? Jawabannya buat belajar, di sma ditanya buat apa sekolah, jawabnya buat kuliah di perguruan tinggi terus dapet kerja kalo udah tamat. Intinya sekolah biar jadi orang 'sukses' yah sebuah pemikiran mainstream pada masyarakat kita di kebanyakan daerah. Padahal arti dari kata 'sukses' itu masih banyak yang kurang paham. 

Sukses itu relatif menurut gua, kaya raya itu bukan indikator dari sebuah kesuksesan, anak kecil yang lahir dari keluarga kaya gak mungkin di sebut anak yang sukses.

Kalau lo punya impian dan cita-cita akan suatu hal, terus lo berusaha keras dan akhirnya lo berhasil mendapatkannya , itu baru gua bilang sukses.

Dan salah satu kesuksesan itu udah gua buktiin di sbmptn 2016. Kurang lebih dua bulan gua awali perantauan gua dengan mengikuti salah satu bimbel di kota makassar, karena pada saat itu gua rasa berharap lulus snmptn kek berharap jodoh turun dari langit, akhirnya gua bujuk ortu gua yang awalnya dapat penolakan karena keterbatasan biaya -_- namun dengan ridho allah dan ridho ortu akhirnya gua jadi masuk kesitu. 

Gua kesana sendiri, gak ada yang nemenin, ibu gua sedang sakit pada saat itu. Satu-satunya yang gua kenal disana ketika datang pertamakali ialah sepupu gua sendiri. Di banyak membantu gua dalam hal urusan mulai dari bimbel hingga akhirnya kuliah.

Akhirnya gua mulai masuk bimbel, gua bener-bener perlu adaptasi dengan lingkungan baru dan orang-orang baru. Untungnya gua bukan orang yang pemalu, gua ajak kenalan setiap orang yang baru datang, karena gua tahu, mereka juga berasal dari berbagai daerah, akhirnya teman gua banyak. 

Selama dua bulan gua tinggal di asrama mahasiswa unhas, gua belajar mulai jam 7 pagi hingga jam 10 malam, namun tetap ada waktu istirahatnya. Tiap jam setengah 4 subuh di bangunin buat shalat tahajjud lalu tunggu waktu shalat subuh setelah itu olahraga pagi kemudian mandi dan masuk belajar. Siklus itu gua jalanin kurang lebih 2 bulan.

Satu kalimat yang buat gua bertahan pada siklus itu adalah 'sabar dan ikhlas'. Kalimat itu merupakan motivasi dari founder bimbel gua, yang merupakan wirausahawan muda yang udah sukses banget saat ini. Gua bener-bener sabar ngejalanin kedisiplinan di bimbel itu, terkadang muncul rasa malas buat belajar, namun ketika gua ingat bahwa ortu gua membayar gua buat masuk di bimbel ini bahkan ngutang, jadi gua sadar lagi buat terus belajar. Apalagi di pertengahan masa bimbel gua, hari pengumuman snmptn tiba, betapa sakit hati gua ketika gua buka dan yang muncul adalah warna merah alias gak lulus -_- pengumuman span-ptkin buat masuk di universitas islam juga gua gak lulus, bener-bener gua sempat putus asa, namun gua bangkit dan lebih semangat lagi belajar dari hari sebelumnya.

Singkat cerita, hari h sbmptn pun tiba. Gua bangun subuh dengan persiapan yang bener-bener matang, doa dan jantung ketar-ketir pun turut mewarnai hari gua. Gua tiba di tempat ujian, gua duduk dan memperhatikan orang di sekitar, suasana tegang pun hadir. Soal mulai di bagikan, dan gua mulai baca aturan mainnya, gua isi biodata lalu gua mulai baca soal. Gua mulai mengerjakan soal yg gampang dlu. Gua kerahin semua ilmu gua yang gua dapat selama gua bimbel, akhirnya waktu selesai dan ternyata. Dari 180 total soal yang ada, gua cuma bisa jawab 70 nomor. Bener² ngeri tuh sb, kalo gua disuruh buat ngulangin lagi, mending gua mundur aja. 

Pada waktu itu juga gua daftar di politeknik negeri ujung pandang (pnup), gua dapat info dari tentor gua, temen² gua juga banyak yang daftar. Pastinya, gua tetap incar jurusan teknik multimedia dan jaringan sebagai jurusan impian gua. 

Akhirnya gua pun ikut ujian, soal-soalnya gampang banget. Sumpah. Lebih susah soal un apalagi soal sb. Gua bisa jawab banyak soal. Dan benar, pengumuman pun tiba dan gua liat nama gua di daftar yang lulus. Namun sebuah kekecewaan muncul karena gua lulus sebagai cadangan -_- . Singkat cerita akhirnya gua dateng buat daftar ulang sebagai calon mahasiswa cadangan. Berharap masih ada kuota yang kosong buat gua, berjam-jam gua ngantri dan ternyata kuota benar-benar habis. Gua akhirnya pulang dengan perasaan kecewa, gua naik motor ke kost sepupu gua dan gua hampir kecelakaan karna gua menghayal selama di jalan. Betapa tidak, udah ketiga kalinya gua liat pengumuman di setiap jalur dan semuanya berujung nihil. Namun tetap baerusaha untuk sabar dan mengintropeksi diri kembali.

Ketika gua sampai di kost sepupu gua. Gua langsung tepar pasrah, dan gua baru ingat hari itu juga adalah hari pengumuman sbmptn ! Ini adalah kesempatan terakhir gua untuk liat pengumuman. Karna gak ada lagi jalur yang gua ikutin. Bisa loe bayangin betapa ketar-ketirnya gua saat itu. Sb adalah satu-satunya penentu gua kuliah tahun ato tidak di 2016, gua akan nganggur jika gua gak lulus. Ortu gua gak punya duit buat biayain gua kuliah di universitas swasta. Finally, gua pinjam hp sepupu gua, gua gemetaran sambil ngetik situs pengumuman sbmptn 2016, gua masukin nomor peserta gua lalu gua klik ok. Sedikit lebay namun fakta, gua bener-bener terharu sujud syukur ketika gua mengetahui gua lulus sb. Benar-benar hasil gak akan khianatin usaha. Usaha gua selama dua bulan di bimbel, banyak belajar dan berdoa, benar-benar sungguh maha pengasih allah yang maha melihat kesabaran gua. Gua akhirnya berhasil naik level dengan menggunakan item 'kesabaran' gua 😂

Itulah ringkasan pengalaman gua selama mulai dari pertengahan 2015 hingga pertengahan 2016 yang mungkin bisa diambil beberapa hikmah di dalamnya, bahkan tulisan di atas masih sangat ringkas, masih banyak cerita yang pengen banget gua ungkapin disini, tapi gua sadar, gua bukan tokoh terkenal yang dibutuhkan biografinya. Intinya gua cuma pengen menyampaikan melalui tulisan gua bahwa sebaik-baik rencana kita, rencana tuhanlah yang paling hebat. Buah kesabaran benar-benar manis rasanya. 

Peduli atau tidak, buktinya lo udah baca tulisan ini sampe abis. Oh ya, sebelumnya gua udah jelasin tentang impian gua masuk di jurusan komputer/teknik informatika, namun satu fakta tentang gua bahwa gua lulus di unhas jurusan perikanan prodi budidaya perairan. Apa itu ? Apa hubungannya dengan impian gua? Kaming sun tulisan gua selanjutnya.

Written by Andi Rizaldi Akbar


---------------------------------------------------------------------

Hello, readers! Gimana tulisan diatas? Dari kalian ada yang langsung tobat ngga? hehe. Btw, Andi Rizaldi Akbar itu kakak kelas gue di SMA. Pertamakali ngomong sama dia itu pas MOS SMA, tahun 2014. Gue ngga akrab-akrab banget karena emang gue ngga kenal dan jarang papasan di sekolah.

Oh iya, besok libur nasional. Berkah banget buat gue setelah bertahun-tahun ngga pernah nemu hari libur di februari selain minggu. Makasih ya, pak Jokowi. Lop dehh. Sebenernya, gue niat mogok bangun hari ini, kenapa? Karena hari ini hari ..... ah kalian tau kok. Tapi karena hari ini ada ulangan kimia, gue lalu mengurungkan niat suci gue itu. #savejomblo

Buat pelajar yang males kek gue, besok adalah hari yang berbanding terbalik dengan hari ini. Kenapa? Liburrrr. Seandainya ngga libur, gue harus ngafalin nama-nama ilmiah, ngumpulin lukisan, ditambah dapet tugas special dari guru basindo disuruh bikin Esai 2 macem. Esai ya, bukan Essai. Gue heran, kok cuma gue yang disuruh. Gue emang covernya pelajar, tapi gue lebih memilih nulis di blog ketimbang ngerjain tugas sekolah. Gue juga ngga tau bakat gue apa. Nulis cerita? Bukan. Nulis bagi gue cuma hobby. Gue hanya seorang pelajar yang suka beralay-alay di sosmed atau curhat di blog. Di sekolah? Gue cuma suka mapel hitungan selain itu ngga. Malah curhat ya.

Oh iya, thanks buat kak Ijalk (nama bekennya) yang udah mau nimbrung dimari setelah si galauer Nurul Al-Qadri. Don't forget to follow him on his sosmed, below!


Gue cuma tahu facebooknya, hehe. Silahkan tanya-tanya dia disitu. Kalo kalian nanya ke gue, salah alamat.

Baca juga : Anti Social Social Club

Jangan lupa pantengin tulisan-tulisan dia di Jomblo's Area  , atau kalian bisa klik di menu navigasi di atas. Ok jangan lupa like kalo kalian suka, komentar juga dibawah dan yang paling penting subcribe ke blog gue biar kalian jadi orang pertama yang tahu kalo gue upload postingan baru lagi. See u^^

2 comments:

Makasih udah buang-buang waktu baca tulisan absurd di blog ini. Jangan lupa tinggalkan jejak ya:)